Kontrakan Berhantu


kontrakan berhantu


Hari ini aku dan temanku baru saja pindah ke kontrakan baru, kami datang pukul 11 siang dan langsung menemui pemilik kontrakan, “selamat siang pak, aku dapet info kalau disini ada kontrakan kosong ya pak?’, Tanya aku kepada pemilik kontrakan. “iya mas, mari aku antarkan ke tempatnya”, sambung pemilik kontrakan itu. Ruangan yang bersih, terawat dan harga terjangkau membuat kami langsung memutuskan untuk mengambilnya. Kami balik ke kontrakan lama untuk mengambil barang-barang kami dan sore hari sekitar pukul 5 sore kami kembali ke kontrakan baru kami. Pemilik kontrakan langsung memberikan kunci, jadi kami bisa langsung masuk ke kontrakan dan beres-beres dikontrakan baru. Kontrakan baruku ini ukurannya agak luas, terdiri dari 2 kamar tidur, 1 ruang tengah dan kamar mandi dibelakang, didepan ada teras dengan 2 kursi dan memiliki halaman agak luas yang ditumbuhi pohon bambu.

Setengah jam kami beres-beres, temanku, Doni pergi ke warung kopi yang tak jauh dari kontrakan, sedangkan aku memilih untuk duduk diteras sambil menikmati sebatang rokok dan mendengarkan musik. “Aduuuh lagi enak gini kebelet pipis”, aku menggerutu sambil pergi menuju kamar kecil yang berada di belakang . Setelah lega sehabis mendapat panggilan alam, aku bergegas kembali ke teras untuk menghabiskan sebatang rokokku.

“Wah kamu dah pulang Don? Mana nih bawain makanan gak buatku?”, Tanya ku kepada Doni yang sedang duduk diteras, dia cuman diem aja menatap pohon bambu. Tiba-tiba dia menoleh kearahku, wajahnya pucat dengan tatapan mata kosong,”Kenapa lu? Sakit apa gimana? Ahaaa kebelet boker kan? Gih sana kebelakang toiletnya bersih lho, gak percaya kan? Sana cek dulu”, kataku ke Doni. Doni berdiri berjalan masuk menuju toilet, aku melanjutkan menikmati sebatang rokok yang tinggal separuh.

“Oi, ngapain lu diteras maghrib-maghrib gini? Kesambet lu ntar hahahaha”, Doni berteriak sambil nenteng kresek dari arah jalan menuju kontrakan. “Lah? Bukannya lu ke toilet ya barusan?”, kataku terperangah. “Ngaco apa gimana lu? Jelas aja aku baru pulang”, kata Doni mengelak. “Ayok kebelakang cek toilet!”, ajakanku ke Doni, sampai toilet tidak ada apa-apa, hanya ada gayung dan ember yang tadi habis kupakai. “Apaan dah? Nih kopi, ngopi dulu sana biar otak lu gak hank!”, Kata Doni.

Sambil ngopi, kami bercerita soal kerjaan yang minggu ini padet sehingga membuat kami sering lembur. Tapi, tib-tiba Doni nyeletuk,  “Tau gak lu, tadi kata ibu-ibu pemilik warung kopi sebelum kita disini ada korban gantung diri, beberapa bulan yang lalu dia ditemukan warga gantung diri disini”, kata Doni sambil nyruput secangkir kopi. Deg denger ucapan Doni, gue langsung ketakutan, bulu kuduk berdiri, mana besok Doni dapet shift malem, jadi aku sendirian dikontrakan.

kontrakan angker

Hari senin, kami kerja seperti biasanya. Aku dapat shift pagi minggu ini, sedangkan Doni dapat shift malam. Doni pulang dari kantor pukul 22.00 yang artinya aku harus menunggu Doni pulang dari jam 5 sore. Sejak kemarin sore tidak ada hal aneh-aneh yang kami rasakan sebelum kejadian itu terjadi,  sore itu sehabis maghrib aku mendengar guyuran air didalam kamar mandi, "byur..byur..byur..", segera aku cek karena membuatku penasaan, "ngeeeek, suara pintu kamar mandi kubuka, tapi tidak ada apa-apa, lantainya kering, "aneh, kayanya tadi ada yang mandi", gumamku dalam hati.

Segera aku pergi meninggalkan kamar mandi, suasana grimis dan gesekan pohon bambu yang tertiup angin membuatku merinding waktu itu. Tapi, ketika aku baru saja melangkahkan kakiku beberapa langkah, "MAU KEMANA? DISINI DINGIN, TOLONG!”, suara serak seperti orang kesakitan itu tiba-tiba terdengar dan membuatku terkejut, ku beranikan menengok kebelakang dan apa yang aku lihat, astaga sosok lelaki menggantung , berbadan pucat dengan mata melotot tajam kearahku, lidah yang menjulur!

Segera aku masuk ke kamar, kukunci pintu berharap sosok itu tidak masuk ke kamarku. “kletek..kletek,,kletek”, tiba-tiba daun pintu begerak naik turun. Malam semakin sunyi, aku hanya terdiam! “TOLOOONG..TOLONG!! AKU TAU KAMU DISANA!”, “astaga, suara itu lagi”, semakin malam semakin menakutkan dikontrakan itu, lalu tiba-tiba senyap untuk beberapa saat. “HUHUHUHU”, tangisan dari luar kamar yang membuatku terkejut, “AKU MASUK YA”.

Segera kuraih kunci motor, kuberanikan keluar kamar dan berlari keluar menuju kantor menemui Doni. “ Hei..hei.., ngapain lu tidur disini? Ini kamar mandi”, suara sayup-sayup terdengar membangunkanku, aku tersadar aku pingsan dan berada didalam kamar mandi. Aku melihat Doni bersama teman kerja kami sekantor, Budi. Malam ini dia berencana nginap dikontrakan kami.

“Tadi, aku mau keluar dari kamar. Sosok itu muncul lagi! Pria berkulit pucat dengan lidah menjulur, matanya melotot, kepalanya menyamping! Sosok itu tepat berada didepan pintu, tiba-tiba aku sudah berada dikamar mandi”, ucapku menjelaskan. “Tadi pagi, aku juga merasakan hal yang sama! Sebelum kerja, aku tindihan dtidurku. Aku melihat sosok yang sama persis dibelakang pintu kamarku! Ku kira itu cuman mimpi”, ucap Doni menimpali.

“Busyeettt!! Kontrakan kalian angker dong!”, ucap Budi terkejut! Malam itu semenjak mereka tidur dikamarku, aku merasa lebih baik. Tidak ada hal aneh-aneh lagi yang mengganggu kami, namun sosok itu masih membuatku ketakutan. Selasa pagi, pagi yang menurutku tidak terlupakan! “Broo, bangun itu Budi kenapa?”, terlihat Doni panik membangunkanku. Kami bergegas ketempat Budi berada, dia sedang duduk dilantai kamar mandi dengan mata melotot persis seperti sosok itu.

“TOLOOONG!! TOLOOONG!”, suara serak itu keluar dari mulut Budi. Budi kerasukan! Segera kami meminta bantuan warga untuk menolong teman kami, butuh sekitar satu jam untuk menyadarkan Budi dan untungnya dia sudah sadar. Beberapa saat setelah itu,”kalian sebaikya pindah, disini ngeri banget! Kalian bisa tidur sementara dikostku!”, ucap Budi. “Semalam jam tiga ketika buang air ditoilet itu, ada yang ngetok pintu, keras banget ngetuknya, lalu muncul suara menangis! Ketika aku buka pintu, aku melihat sosok yang sama seperti yang lu liat!”, Budi menjelaskan terbata-bata. Sejak malam itu, kami memilih tidur dikost Budi untuk sementara waktu.


0 Response to "Kontrakan Berhantu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2