Kisah Horror Pedagang Bakso

kisah horror pedagang bakso

“Ting..ting..ting, bakso bakso”, suara itu muncul dari arah yang tak terlalu jauh. Ya, itu adalah suara Pak Jamal yang tiap selepas Isya’ selalu jalan mampir lewat depan rumahku. “Pak Jamal, satu mangkuk pedes ya” ucapku kelaparan. Sambil makan bakso, Pak Jamal membagi kisah horrornya selama beliau menjadi pedagang bakso.

Pak Jamal menjajakan baksonya dari selepas maghrib hingga larut malam, ketika itu waktu menunjukan 10 malam, Pak Jamal menyusuri jalan di depan rumahku ini yang tidak terlalu besar, sesampainya dipertigaan jalan, Pak Jamal memilih berbelok kanan, jalanan yang hanya cukup untuk dua motor berpapasan itu nampaknya tidak terlalu banyak diberi penerangan. “Pak, baksonya”, suara yang entah darimana asalnya, namun tidak ada siapapun disitu. “Pak, baksonya”, suara itu muncul kembali ketika Pak Jamal hendak melanjutkan perjalanannya, bingung Pak Jamal meilhat sekelilingnya hingga beliau melihat dari atas kepalanya sesosok wanita duduk diatas tiang lampu yang tak terlalu tinggi, sosok itu menyeringai memamerkan taringnya dengan mata besar berwarna merah dan payudara yang menggelantung sampai kakinya. Bergegas Pak Jamal lari terbirit-birit sedang sosok itu tertawa melengking.

Apesnya, kejadian diatas bukan pengalaman horror satu-satunya yang pernah Pak Jamal alami. Karena dirasa lelah setelah berkeliling, Pak Jamal memutuskan berhenti untuk sekedar beristirahat sejenak. “Ting..ting, bakso..baksoo..”, suara Pak Jamal menjajakan baksonya sambil memainkan mangkuk yang dipukul dengan sendok itu. Sekitar sepuluh menit Pak Jamal berdiam disana, nampaknya tak ada satupun pelanggan datang. Sambil mendorong gerobaknya itu, Pak Jamal menggerutu, “Kenapa berat ya? Bannya kempes kali ya”, ucap Pak Jamal sambil ngecek ban gerobaknya,” Aneh, bannya gak kempes kenapa berat ya?”, gumam Pak Jamal sambil jongkok memegangi ban. “Gerobaknya kenapa Pak Jamal?”, “ASTAGA!”, sontak Pak Jamal ketakutan melihat sosok lelaki berwajah hancur dengan isi perut terburai itu sedang nangkring diatas gerobaknya.  Untungnya gak jauh dari tempat itu ada warung kopi, akhirnya Pak Jamal meminta bantuan orang untuk mengambil gerobak yang ditinggalnya itu. Ternyata, sosok itu adalah pelanggan bakso Pak Jamal yang meninggal ditempat itu kemaren minggu karena kecelakaan.

Dulu, Pak Jamal pernah menyewa tempat untuk berdagang bakso. Disebelah kiri tempat usahanya itu terdapat jalan masuk menuju kampung, namun karena kanan kiri gang itu adalah bangunan bertingkat, jadi lampu penerangannya tidak terlalu terang. Malam itu setelah temannya puas menyantap semangkok bakso, lantas dia pulang berjalanan kaki melewati gang itu. Namun, tidak lama setelahnya dia muncul kembali dengan wajah pucat dan panik, “tadi aku nyium bau-bau bangkai kayak tikus, tapi lebih busuk! Aku kira itu cuma sekedar bangkai, lantas aku melihat tak jauh didepanku sosok putih tinggi mukanya hitam, ternyata itu pocong!”.

kisah horror pedagang bakso

Berbeda dengan temannya yang dikerjain pocong, kali ini teman seperjuangannya harus rela gulung tikar karena warungnya sepi. Masakan yang barusan dimasakpun cepat sekali basi, “heran, baru aja tadi pagi dimasak kok jam segini udah basi aja?”, gumamnya mengeluh. Karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk lanjut, akhirnya dia menutup warungnya. Konon katanya, warung itu dikerjain sama orang yang memiliki profesi yang sama, didalam warung itu bersemayam makhluk menyeramkan berbadan hitam besar dengan taring dan kuku yang panjang, matanya merah menyala sedangkan lidahnya menjulur panjang penuh air liur. Namun, nampaknya dia lebih memilih profesi lain dan segera menutup warung miliknya.



0 Response to "Kisah Horror Pedagang Bakso"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2