Resiko Bermain Jailangkung, Mau Coba?

jelangkung
Hallo guys, selamat datang disitus dimensilain.com, apa kabar kalian? Semoga selalu baik ya. Hari ini dimensilain.com akan sharing cerita tentang permainan supranatural yang terkenal di Nusantara, siapa lagi kalau bukan jailangkung! Apakah diantara kalian pernah memainkan permainan ini? Banyak difilm layar lebar atau layar kaca yang menampilkan permainan jailangkung, menyeramkan bukan? Sebuah boneka sederhana yang terbuat dari kain, kayu dan batok kelapa sebagai kepalanya dan mantra khasnya “Jailangkung jailangset, disini ada pesta, pesta kecil-kecilan, datang tak dijemput, pulang tak diantar”,  begitulah kira-kira bunyinya dan diucapkan beberapa kali hingga makhluk halus yang diundang merasuki boneka.

Jailangkung sudah ada sejak dahulu dan dijadikan sebagai permainan hantu daridulu bahkan sampai sekarang. Permainan jailangkung biasanya dilakukan terdiri dari beberapa orang dengan duduk mengelilingi jailangkung dan saling memegang boneka tersebut, menurut beberapa informasi yang saya dapat bahwa untuk bermain permainan jailangkung diwajibkan terdiri dari jumlah ganjil minimal 5 orang  dan permainan harus minimal jam 9 malam. Adapun barang-barang yang perlu dipersiapkan yaitu seperti kemenyan, papan yang digunakan untuk menulis si boneka jailangkung dan kembang setaman. Untuk memainkan permainan ini, biasanya orang-orang memainkan ditempat yang angker dan ditambah dengan membakar  menyan untuk memanggil “mereka”.

Dalam permainan jailangkung, pemain harus benar-benar membulatkan tekad mereka agar ketika makhluk halus masuk kedalam boneka, pemain tidak ketakutan atau bahkan kabur karena jika sudah dirasuki roh konon boneka jailangkung akan menjadi berat dan susah dikendalikan. Jika roh halus yang merasuki adalah jenis roh halus level rendah, maka tidak akan jadi masalah yang berarti. Namun, apabila yang kalian panggil adalah jenis jin ganas atau genderuwo, maka berhati-hatilah karena “mereka” akan meminta imbalan dari kalian, jika tidak terpenuhi bisa saja sesuatu yang buruk menimpa pemain.

Setelah boneka itu dirasuki roh, maka seseorang dapat menanyakan apa saja kepada boneka jailangkung. Jailangkung akan menjawab dengan menulis diatas kertas yang sudah disediakan dengan menulis menggunakan alat tulis yang sudah diikatkan diujung bawah gagang jailangkung. Setelah puas memainkan permainan jailangkung, seseorang bisa saja mengakhiri permainan tersebut. Namun, bagaimana jika ritual jailangkung tidak sesuai yang diharapkan? Misalnya saja roh yang merasuki boneka itu tidak mau balik, boneka tiba-ti ba berat dan tak terkendali dan malah membuat si pemain ketakutan. Atau ada salah satu dari pemain yang “ketempelan” mereka hingga mengganggu kehidupannya.

Entah apa penyebabnya, apakah mereka melakukan kesalahan dalam permainan jailangkung dan membuat roh menjadi marah? Atau memang roh yang masuk ke boneka jailangkung memang roh jahat? Jika mental seseorang yang “ketempel” roh jahat itu tidak kuat, bisa-bisa psikisnya bisa terganggu. Bagaimana tidak? Karena kesalahannya, sepanjang malam dia akan diterror oleh roh jahat yang telah diundangnya tersebut. Misalnya tiap malam selalu menampakan diri dengan wujud mengerikan, seperti penampakan pocong, genderuwo  atau makhluk lain yang malah lebih mengerikan.

Sebaiknya, memang tidak perlu memainkan permainan jailangkung karena efeknya jika “ketempelan”, roh yang diundang akan mengikuti kita sepanjang hari dan bisa saja berlangsung lama bahkan seumur hidup dan mengganggu kita. Namun, jika sudah terlanjur bermain dan “diikuti”, sebaiknya segera bertaubatlah, pertebal iman dan dekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.  Karena sebenarnya manusia diciptakan lebih baik dari “mereka”.

0 Response to "Resiko Bermain Jailangkung, Mau Coba?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel